1. Implementasi Apache Web ServerTahap awal dalam implementasi web server adalah memastikan layanan Apache dapat berjalan dengan baik sehingga aplikasi web dapat diakses melalui browser. Pada praktikum ini digunakan AppServ sebagai web server karena telah menyediakan Apache, PHP, dan MySQL dalam satu paket instalasi. Sebelum aplikasi dijalankan, layanan Apache dan MySQL harus dipastikan berada dalam kondisi aktif agar seluruh fitur aplikasi dapat berfungsi dengan baik.
Tahap berikutnya adalah mengekstrak folder aplikasi yang telah disediakan menggunakan WinRAR, kemudian memindahkannya ke dalam folder www pada AppServ. Folder www merupakan direktori utama web server yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan seluruh file website yang akan diproses oleh Apache ketika menerima permintaan akses dari browser. Setelah seluruh file aplikasi berhasil ditempatkan pada direktori tersebut, website dapat dijalankan dan diakses melalui localhost, sehingga proses pengujian dan pengembangan aplikasi dapat dilakukan dengan baik.
Setelah proses penyalinan file selesai, dilakukan pengujian dengan mengakses alamat http://localhost/jasa melalui browser. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa website telah berhasil dijalankan pada web server dan dapat diakses dengan normal.
Berdasarkan hasil implementasi yang telah dilakukan, website berhasil dijalankan dan diakses melalui alamat localhost tanpa mengalami kendala. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi Apache Web Server telah berhasil diterapkan dengan baik serta koneksi antara aplikasi dan database telah berjalan dengan normal. Dengan demikian, lingkungan server telah siap digunakan untuk tahap konfigurasi lanjutan, pengujian keamanan, maupun pengembangan aplikasi berbasis web.
2. Konfigurasi Virtual Drive Storage & Keamanan Direktori
Setelah implementasi web server berhasil dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi media penyimpanan tambahan pada Windows Server 2003. Penambahan media penyimpanan ini bertujuan untuk menyediakan ruang penyimpanan baru yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan data maupun mendukung kebutuhan sistem selama praktikum. Pada praktikum ini digunakan virtual hard disk dengan kapasitas 15 GB yang dikonfigurasi melalui Oracle VM VirtualBox.
Tahap pertama dilakukan dengan membuka aplikasi Oracle VM VirtualBox, kemudian memilih menu untuk membuat Virtual Hard Disk baru. Selanjutnya, kapasitas penyimpanan diatur dengan mengubah nilai Disk Size menjadi 15 GB. Pengaturan ini bertujuan untuk menyediakan ruang penyimpanan yang memadai sehingga sistem operasi dapat mengenali media penyimpanan tambahan yang akan digunakan pada tahap konfigurasi selanjutnya.
Setelah Virtual Hard Disk berhasil ditambahkan, sistem operasi Windows Server 2003 dijalankan kembali. Selanjutnya, dilakukan konfigurasi media penyimpanan melalui Disk Management dengan menjalankan perintah diskmgmt.msc. Pada tahap ini, hard disk baru telah terdeteksi oleh sistem, namun masih berstatus Unallocated, sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpan data. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah menginisialisasi disk agar dikenali oleh sistem operasi. Setelah proses inisialisasi selesai, media penyimpanan siap untuk dikonfigurasi lebih lanjut, seperti pembuatan partisi dan proses format sebelum dapat digunakan.
Setelah proses inisialisasi selesai, langkah berikutnya adalah membuat partisi baru pada media penyimpanan dengan memilih menu New Partition. Pada proses ini dipilih tipe Primary Partition, kemudian seluruh kapasitas hard disk dialokasikan sebagai ruang penyimpanan. Selanjutnya, ditentukan drive letter untuk partisi tersebut agar dapat dikenali dan diakses oleh sistem operasi. Setelah seluruh konfigurasi selesai, partisi siap untuk diformat sehingga media penyimpanan dapat digunakan untuk menyimpan data.

Setelah partisi berhasil dibuat, tahap selanjutnya adalah melakukan proses format menggunakan sistem file NTFS (New Technology File System). Pemilihan sistem file ini bertujuan agar media penyimpanan memiliki performa dan keamanan yang lebih baik. Dibandingkan dengan FAT32, NTFS mendukung pengaturan hak akses terhadap file dan folder, memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi, serta lebih sesuai untuk digunakan pada lingkungan Windows Server. Setelah proses format selesai, media penyimpanan siap digunakan untuk menyimpan berbagai data yang diperlukan.

Setelah proses format selesai, partisi berhasil dibuat dan secara otomatis ditampilkan sebagai drive baru pada Windows Server 2003. Sebagai tahap akhir, dibuat sebuah folder utama pada drive tersebut dengan menggunakan nama mahasiswa sesuai identitas praktikan. Folder ini berfungsi sebagai direktori penyimpanan utama sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada praktikum.

Berdasarkan hasil implementasi yang telah dilakukan, Virtual Hard Disk berkapasitas 15 GB berhasil dikenali oleh Windows Server 2003 dan dapat dikonfigurasi dengan baik. Proses inisialisasi, pembuatan partisi, serta format menggunakan sistem file NTFS telah berhasil diselesaikan sehingga media penyimpanan dapat digunakan secara normal. Selain itu, direktori penyimpanan sesuai identitas mahasiswa juga berhasil dibuat sebagai bagian dari konfigurasi. Dengan demikian, proses konfigurasi Virtual Drive Storage telah berhasil diterapkan dan media penyimpanan tambahan siap digunakan sesuai kebutuhan praktikum.
3. Analisis Migrasi & Import Database My SQL
Setelah konfigurasi media penyimpanan selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan pembuatan dan migrasi database pada MySQL. Database memiliki peran yang sangat penting dalam aplikasi berbasis web karena berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai data yang dibutuhkan sistem, seperti data pengguna, transaksi, dan informasi lainnya. Oleh karena itu, sebelum aplikasi dijalankan, database perlu dipersiapkan dengan struktur tabel dan data yang sesuai.
Proses dimulai dengan membuka phpMyAdmin melalui browser, kemudian membuat sebuah database baru menggunakan nama sesuai identitas mahasiswa. Database tersebut nantinya digunakan sebagai wadah untuk menyimpan seluruh tabel dan data yang akan dipakai oleh aplikasi.
Setelah database berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah melakukan import file database berformat .sql yang telah disediakan. Proses import dilakukan melalui menu Import pada phpMyAdmin dengan memilih file SQL yang sesuai, kemudian menjalankan proses hingga seluruh struktur tabel dan data berhasil dimasukkan ke dalam database. Setelah proses selesai, database siap digunakan oleh aplikasi web untuk menjalankan berbagai fitur yang tersedia.
Setelah proses import selesai, seluruh struktur database yang terdapat pada file SQL akan secara otomatis dibuat di dalam database yang telah dibuat sebelumnya. Keberhasilan proses ini dapat diketahui dari munculnya notifikasi bahwa proses import telah berhasil dilakukan, serta ditampilkannya seluruh tabel pada database di phpMyAdmin. Dengan tersedianya tabel beserta data yang diperlukan, database telah siap digunakan oleh aplikasi untuk mendukung proses pengolahan dan penyimpanan data.
Setelah proses migrasi selesai, aplikasi dapat menggunakan database yang telah dibuat untuk menyimpan maupun mengambil data sesuai kebutuhan. Tahap ini memastikan bahwa aplikasi memiliki koneksi dengan database sehingga seluruh fitur yang membutuhkan penyimpanan data dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil implementasi, proses pembuatan database dan import file SQL berhasil dilakukan tanpa mengalami kendala. Seluruh tabel berhasil dibuat sesuai struktur database yang diberikan sehingga aplikasi siap digunakan pada tahap konfigurasi berikutnya.
4. Perancangan Toplogi & IP Jaringan aman
Setelah proses migrasi database selesai, tahap selanjutnya adalah meningkatkan keamanan data login pada aplikasi dengan menerapkan enkripsi password menggunakan algoritma MD5. Sebelum dilakukan perubahan, password pengguna masih tersimpan dalam bentuk plain text, sehingga mudah dibaca apabila database diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Oleh karena itu, dilakukan perubahan metode penyimpanan password agar lebih aman.
Proses diawali dengan membuka database jasa melalui phpMyAdmin, kemudian memilih tabel user yang berisi data akun pengguna. Selanjutnya, password pada setiap akun diperbarui menggunakan fungsi MD5() melalui menu SQL. Dengan penerapan fungsi tersebut, password diubah menjadi nilai hash sehingga tidak lagi tersimpan dalam bentuk teks biasa di dalam database. Penerapan metode ini meningkatkan keamanan data login karena password tidak dapat langsung diketahui meskipun isi database berhasil diakses.
Sebagai tahap pengujian, aplikasi kemudian diakses kembali menggunakan akun yang telah diperbarui. Apabila proses login berhasil dilakukan, maka dapat dipastikan bahwa aplikasi telah menggunakan password yang tersimpan dalam bentuk hash MD5 sebagai proses autentikasi pengguna.
Penerapan algoritma MD5 pada praktikum ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dasar terhadap data autentikasi pengguna dengan mengubah password menjadi bentuk hash. Meskipun saat ini terdapat algoritma yang lebih aman, seperti bcrypt maupun SHA-256, penggunaan MD5 dalam praktikum ini difokuskan untuk memahami konsep dasar proses hashing sebagai salah satu mekanisme pengamanan password pada aplikasi berbasis web.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, proses konversi password menggunakan fungsi MD5() berhasil diterapkan dengan baik. Password yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk plain text kini telah berubah menjadi nilai hash, sehingga tidak dapat dibaca secara langsung. Selain itu, aplikasi tetap dapat melakukan proses autentikasi dengan normal menggunakan akun yang telah diperbarui, yang menunjukkan bahwa penerapan metode hashing tidak mengganggu fungsi login pada aplikasi.
5. Validasi Integritas & Modifikasi halaman Beranda Web
Tahap terakhir pada praktikum ini adalah melakukan pengujian terhadap tampilan halaman utama website sekaligus memverifikasi bahwa perubahan yang telah dilakukan dapat diterapkan dengan baik. Tahap ini bertujuan untuk memastikan aplikasi dapat berjalan secara normal setelah seluruh konfigurasi selesai dilakukan, serta memastikan modifikasi pada halaman website berhasil ditampilkan.
Proses diawali dengan membuka folder aplikasi pada direktori web server, kemudian mengakses file index.php yang berada pada direktori utama website menggunakan text editor. Selanjutnya, dilakukan pengubahan isi halaman dengan mengganti identitas pengguna menjadi nama mahasiswa sesuai ketentuan praktikum. Setelah perubahan disimpan, halaman website diakses kembali melalui browser untuk memastikan bahwa nama yang telah diubah berhasil ditampilkan pada halaman utama aplikasi.
Setelah proses penyuntingan selesai, perubahan disimpan pada file website, kemudian dilakukan pengujian dengan mengakses alamat http://localhost/jasa melalui browser. Hasil pengujian menunjukkan bahwa halaman utama berhasil menampilkan perubahan yang telah dilakukan, sehingga dapat disimpulkan bahwa file index.php telah berhasil diperbarui dan dibaca dengan baik oleh Apache Web Server. Hal ini membuktikan bahwa konfigurasi web server dan proses modifikasi halaman website telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sebagai langkah pengamanan sederhana, file index.php kemudian diberikan atribut Read Only menggunakan perintah ATTRIB +R melalui Command Prompt. Penerapan atribut tersebut bertujuan untuk mencegah perubahan secara langsung pada file, sehingga setiap proses penyuntingan mengharuskan atribut Read Only dihapus terlebih dahulu. Meskipun termasuk metode perlindungan dasar, cara ini dapat membantu menjaga keutuhan (integritas) file utama website serta mengurangi risiko terjadinya perubahan yang tidak disengaja maupun oleh pihak yang tidak memiliki hak akses.
Setelah atribut Read Only berhasil diterapkan, dilakukan verifikasi terhadap file untuk memastikan bahwa atribut tersebut telah aktif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa file index.php telah berhasil diberi status Read Only, sehingga file tidak dapat dimodifikasi secara langsung tanpa menghapus atribut tersebut terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian, modifikasi pada halaman utama website berhasil diterapkan sesuai dengan ketentuan praktikum dan perubahan dapat ditampilkan dengan baik saat diakses melalui browser. Selain itu, penerapan atribut Read Only pada file index.php juga berhasil dilakukan, sehingga file utama website memperoleh perlindungan tambahan dan lebih terjaga dari perubahan yang tidak disengaja maupun akses yang tidak berwenang.
Komentar
Posting Komentar